Gelisah Menggugat Tuhan

Buku The Fifth Mountain

Buku The Fifth Mountain

Hidup memang kadangkala diwarnai sesuatu yang tak terhindarkan, the unavoidable. Saat kita yakin tentang sesuatu dan bahkan merasa aman dengan apa yang terjadi di sekitar kita, tiba-tiba semuanya harus hancur berkeping-keping. Padahal, kita telah sampai pada suatu kepercayaan dan ketenangan tertentu hingga berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja. Baca selebihnya »

Dahsyatnya Bokong Siti

Kiss My Ass!

Kiss My Ass!

Bokong Siti memang dahsyat. Sekali senggol, efeknya bisa berhari-hari. Bahkan kalau sedang beruntung, bisa lebih dari dua minggu. Gara-gara mencium bokong Siti yang semok dan njentit itu, saya sampai harus rebahan di atas kasur sampai tiga hari.

Baca selebihnya »

Andalkan Nilai Nyata, Acuhkan Tren Pasar Saham

bookaholic-warren-buffet1


 

Investasi tidak sama dengan berjudi. Investasi pun membutuhkan perhitungan cermat dan terencana. Buku biografi Warren Buffet ini menunjukannya kepada pembaca dalam bentuk komik.

 

Siapa tidak kenal Warren Buffet. Lelaki yang lahir pada 1930 ini dikenal sebagai investor paling sukses saat ini. Bahkan, beberapa orang kerap menyebut dia dengan nama ’’pahlawan super di bidang keuangan’’.

 

Baca selebihnya »

Surat Dakwaan Sugik Tidak Jelas

JOMBANG – Sidang pembacaan pembelaan Maman Sugianto alias Sugik berlangsung, Kamis (4/9) di Pengadilan Negeri Jombang. Terdakwa kasus pembunuhan Asrori alias Lucky yang mayatnya ditemukan di kebun tebu Braan, Bandar Kedungmulyo itu menuntut pembatalan surat dakwaan karena banyak ditemukan ketidaksesuaian.

Baca selebihnya »

Aliran Uang di Persidangan Kemat Cs

Endang Dwi

Endang Dwi

Selama proses peradilan Imam Chambali alias Kemat selama ini, pihak Kejaksaan Negeri Jombang diduga menerima sejumlah uang dari pihak keluarga Kemat. Itu dilakukan agar proses peradilan lancar

Baca selebihnya »

Sering Digebuki Polisi, Devid Stres

Sabtu (29/8), Siti Rokhanah dan Sumarlik menjenguk Devid Eko Prianto, terpidana 12 tahun pembunuhan Asrori di Lembaga Pemasyarakatan Jombang. Mereka datang sekitar pukul 09.00. Rokhanah adalah ibu Devid, sementara Sumarlik adalah bibi yang memiliki hubungan dekat dengan lelaki 18 tahun itu.

Baca selebihnya »

Kemat Minta Maaf Cokot Sugik

Kasus pembunuhan Asrori masih simpang siur. Sejak Very Idham Henyansyah mengaku mayat di belakang rumahnya adalah Asrori, bola liar semakin menggelinding. Salah satunya adalah dugaan salah tangkap dan penyiksaan yang dilakukan Polsek Bandar Kedungmulyo terhadap Imam Chambali, Devid Eko Prianto, dan Maman Sugiyanto. Berikut kesaksian istri Maman Sugiyanto, Ratna Kulsum.

Baca selebihnya »

Bingungnya Jadi Wartawan

jurnalis

”Ketika masih menjadi reporter, tiap malam saya selalu gelisah.
Pikiran saya melayang memikirkan tentang berita apa yang akan saya
tulis besok. Saya menerawang, mencari-cari ide, membuka-buka berita-
berita lama,” tutur redaktur senior ketika kami berbincang, sesaat
setelah deadline.

Baca selebihnya »

Paradoks Nasib Wartawan

Journalist

Dalam sebuah bincang-bincang setelah deadline berakhir, seorang redaktur bercerita tentang profesi yang sedang kami geluti. Ia tidak hendak menggurui kami, para siswa jurnalistiknya, tentang apa itu jurnalisme dan bagaimana menulis yang baik. Ia pun tak berkoar tentang masa susah peliputan sebagaimana wartawan pongah lainnya: dipertontonkan sebagai prestasi yang layak beroleh kagum. Ia sekadar bergumam tentang kecintaan pada pekerjaan.’’Saya mencintai jurnalistik sebagai seorang manusia,’’ katanya diikuti helaan nafas panjang. ’’Sebagaimana kita mencintai seseorang. Kita menyukai sifat-sifat orang tersebut. Tapi, pada saat yang sama, kita mendapati tak sedikit pula sifatnya yang kita benci,’’ imbuhnya. Kami tercenung, menunggu guru jurnalistik kami yang baru pulang dari tugas liputan di Jordan itu melanjutkan kata-katanya.

Baca selebihnya »

Harmoko dan Kacang Garing Bernama Golkar

Harmoko

Ketika Harmoko mendeklarasikan Partai Kerakyatan Nasional (PKN), ramai-ramai orang mencibir, baik dari koleganya di Partai Golkar maupun pengamat politik. Mereka sangsi dan apatis dengan mantan Menteri Penerangan RI itu. Tapi, munculnya Harmoko justru menunjukkan betapa Partai Golkar telah mengusung strategi baru berpolitik.

Apatisme para politikus memang tampak nyata. Lihat saja Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo. Bahkan, dia mengatakan Harmoko mestinya merasa risih (harian Jawa Pos edisi 21/4). Apalagi, keanggotaannya di Partai Golkar secara otomatis gugur karena aturan tidak boleh menjadi anggota partai lain.

Baca selebihnya »